FGD tentang Perilaku Penyimpangan Seksual di Kota Depok

 Bappeda-News


FGD tentang Perilaku Penyimpangan Seksual di Kota Depok

Ditulis oleh : Bappeda Depok | Rabu, 07 Maret 2018 - 13:29:14 WIB | dibaca : 212 pembaca

FGD tentang Perilaku Penyimpangan Seksual di Kota Depok

isi Sambutan Bapak Walikota Depok KH. DR.Idris Abdul Shomad, MA dalam pembukaan acara Focus Group Discussion (FGD) mengenai Perilaku Penyimpangan Seksual di Kota Depok

 

Kepada Yth
-    Asisten Huksos,
-    Staf Ahli bidang sosial dan hukum
-    Kepala PD
-    Stake holder (MUI, Kanit PPA Polres Depok, FKUB, LK3, Fokla, Puspaga, P2TP2A, Komunitas sahabat ayah)
-    Narasumber pakar bidang kesehatan (dr. Inong), pakar bidang sosial (DR Dinar Kania), pakar bidang psikologi (dr. Fidiansyah), pakar bidang hukum (DR.Neng Zubaidah)  

Assalamualaikum Wr Wb,
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua,
Pada era globalisasi sekarang ini kita makin banyak mendengar melalui pemberitaan media elektronik maupun media sosial tentang  maraknya kejadian penyimpangan perilaku seksual  yang dilakukan oleh tidak hanya dari golongan orang dewasa, tetapi pemuda bahkan anak usia sekolah pun juga terbawa arus perilaku  menyimpang ini. Salah satu fenomena penyimpangan perilaku tersebut yang telah terjadi  di tengah-tengah kita adalah Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender atau yang disebut dengan LGBT. Disebut perilaku menyimpang karena perbuatan homoseksual atau penyuka sesame jenis  tersebut bertentangan dengan agama, moralitas maupun norma dan adab serta budaya ketimuran di Negara kita, meskipun di beberapa Negara barat telah dilegalkan bahkan dilindungi dengan hukum. Berkembangnya isu LGBT di dunia, merambah ke Negara kita dengan bermunculan dan makin kuatnya komunitas anti diskriminasi terhadap kaum homoseksual yang memperjuangkan penyamaan hak dan kedudukan dalam warga Negara serta hak sipil dalam pernikahan sejenis.  Tentu saja fenomena ini tidak dapat kita melakukan pembiaran dan pembenaran karena jelas-jelas meruska moral bangsa dan anak-anak sebagai generasi penerus.
Dilihat dari semua sudut pandang baik sosial, kesehatan, hukum, dan  agama, perilaku ini merupakan hal yang harus diluruskan dan juga dicegah supaya tidak terjadi atau menjadi lebih banyak lagi di lingkungan kita.
Banyak resiko bermunculan ketika remaja muda mulai dalam hubungan sejenis, dan mereka tidak atau kurangnya pengetahuan/pengalamam mengenai resiko hubungan seks dapat menyebabkan  terpapar HIV dan pelecehan seksual dari yang lebih berpengalaman.

Data dari Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Depok tahun 2017 dilaporkan ada sebanyak 988 penderita HIV/AIDs, dimana dari jumlah tersebut sebagian besar atau sekitar 353 adalah dari pelaku homoseksual LSL (laki laki seks dengan laki-laki). Hal ini menunjukkan bahwa perilaku yang menyimpang ini sangat berdampak buruk terhadap penularan penyakit menular seksual. Selain itu, perilaku ini juga berpotensi menggiring ke arah masalah sosial lainnya seperti pengguna narkoba dan minuman keras, dan tindak criminal lainnya. Menteri Kesehatan RI telah menyatakan bahwa perilaku LGBT tergolong dalam penyakit gangguan kejiwaan, meskipun pemerintah Amerika Serikat telah mengeluarkan LGBT dari penyakit kejiwaan.

Perilaku ini lebih meresahkan lagi di kota Depok tatkala berkembang menjadi perilaku kekerasan seksual yang dilakukan kepada korban anak-anak. Data yang dilaporkan terdapat … korban tindak kekerasan seksual pada anak. Dan kejadian tersebut tentu saja membawa dampak yang amat besar terhadap perkembangan anak-anak korban tindak kekerasan seksual yang nantinya juga dapat menjadikan korban tersebut menjadi pelaku tindak kekerasan seksual pula. 

Upaya pencegahan agar perilaku ini tidak semakin meluas adalah melalui pendekatan keluarga. Hal ini sejalan dengan semangat program unggulan pemerintah kota Depok yaitu Kota Ramah Keluarga, yang menempatkan keluarga sebagai pilar utama dalam pembangunan. Oleh karena itu pembangunan ketahanan keluarga merupakan hal mendasar yang harus dipahami dan dilakukan oleh segenap jajaran di pemerintahan maupun di masyarakat secara bersama-sama..

Dalam forum FGD ini nanti,  saya harapkan peserta memberikan masukan dan informasi untuk selanjutnya dilakukan diskusi dan dirumuskan sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan perilaku LGBT ini.

 

 



berita terkait


      Terkini  
      Favorit  


    SARAN PEMBANGUNAN


    Nama
    Alamat
    Saran


    JAJAK PENDAPAT

    Menurut Anda, apakah website Bappeda Depok telah memuaskan ?
     Ya
     Cukup
     Kurang




    LINK TERKAIT


        

        

        

        

        


    Twitter

    Facebook Fan Page

    Peta Lokasi